Diary 00 : Feelings and Logic (ft. SyvaLine)

“Kehidupan itu dipenuhi dengan berbagai ketakutan. Ketakutan itu berakhir ketika anda sudah tak bisa menikmati kehidupan itu lagi.”

~ReeShiragami a.k.a A. Gusti

Layaknya sebuah pelangi di atas sana. Kehidupan memiliki berbagai warna yang menghiasi bagi orang-orang yang merasakannya. ‘Warna kehidupan’ tidak lain adalah ’emosi’ atau yang lebih sering disebut dengan ‘perasaan’.

Namun, berbagai ‘warna kehidupan’ itu memiliki musuh sejati. Bak cahaya melawan kegelapan. Kedua hal ini sama sekali tidak dapat disatukan. Ia bernama ‘logika’.

Perasaan adalah kata hati anda terhadap apa yang anda pikirkan, rasakan, dan dengarkan. Seperti anda merasakan bahagia terhadap sesuatu yang menyenangkan ataupun anda merasa kecewa terhadap sesutu yang anda harpkan. Pemikiran inilah yang membuat hal yang sebenarnya irrasional menjadi sebuah hal yang rasional.

Sedangkan logika adalah sebuah pemikiran yang berdasarkan sebuah alasan yang masuk akal. Seperti anda memikirkan tentang menghitung luas dan keliling suatu bangun, atau seperti anda berpikir tentang bagaimana sebuah bangunan dapat berdiri dengan kokohnya. Semua itu adalah pemikiran yang benar-benar dihitung dengan alasan yang masuk akal dan berasal dari otak anda sendiri. Hal yang irrasional akan tetap menajdi hal yang irrasional di pemikiran ini.

“Two things that separated but almost the same thing”.

~SyvaLine

Tiada satupun manusia yang dapat hidup tanpa salah satu dari kedua pemkiran ini. Mungkin akan menimbulkan pertanyaan tentang, “Lebih baik mana seseorang memetingkan perasaannya ataukah seseorang mementingkan logikanya?”

Well, tiada seorang pun yang tidak condong terhadap salah satu dari kedua pemikiran ini. Namun yang pasti, seseorang dikatakan lebih baik jika selisih presentase antara kedua pemikiran ini sangat sedikit. Keadaan itu sangat langka dikarenakan antara logika dan perasaannya hampir seimbang. Lalu…

Bagaimanakah dengan kalian?

Created : ReeShiragami (Feelings Team) and SyvaLine (Logics Team)

Tinggalkan Komentar