“Anda tidak bisa merasakan apa yang saya rasakan waktu itu. Jadi diamlah dan lupakan semua itu.”
~ Elyva sang Penulis
Saya mungkin pernah mengatakan bahwasannya saya menyukai hal-hal yang berbau menulis. Yah, sebagai lankah awal. Saya akan menulis beberapa ‘Proyek Menulis’ saya di blog ini. Selain untuk arsip saya, mungkin beberapa cerita ada yang saya upload eksklusif di blog saya ini.
Untuk proyek pertama ini saya upload di Platform Wattpad milik saya sendiri. Yah, setidaknya saya akan menyelesaikan cerita saya tersebut dengan tujuh bagian cerita. Untuk melihat lebih lengkapnya, klik disini. Selain itu, saya juga akan membagikannya secara dokumen dalam blog yang saya tulis ini ketika sudah tamat nanti. Untuk saat ini hanya kurang dua bagian terakhir yang akan saya selesaikan sebelum awal Juli 2022 nanti.
Sedikit gambaran tentang bagaimana cerita ini adalah tentang seorang gadis yang mencoba lari dari masa lalu. Gadis tersebut bernama Elyva. Siapa sangka bintang kelas satu ini mempunyai masa lalu yang sangat amat tragis.
Di awal bagian saya akan menuliskan beberapa hal tentang Elyva. Dia adalah seorang gadis yang selalu menyembunyikan sesuatu dan bersandiwara. Layaknya seorang aktor dalam sebuah pementasan seni. Dia melakukan ini dengan dalih agar dia tidak menjadi seorang yang menyedihkan seperti dirinya di masa lalu. Dengan pemikiran rasionalnya, dia mengikat seluruh perasaan yang tersisa pada lubuk hati terdalamnya agar tidak dapat merasakan lagi suatu hal yang bernama ‘kekecewaan’.
Sejauh ini tidak ada yang berhasil membuka tirai masa lalunya, bahkan ‘sahabatnya’ sendiri. Penyamarannya sebagai sosok Elyva yang kini pun telah menutupi apa yang terjadi pada dirinya dulu. Perlahan, dia mulai nyaman dengan kehidupan seperti ini.
Namun, pada suatu hari. Seorang murid pindahan yang entah darimana asalnya, kini menjadi teman dari Elyva. Murid pindahan itu bernama Cey. Disinilah cerita dimulai.
Cerita ini terinspirasi dari beberapa konsep yang saya tulis. Yah, setidaknya untuk saat ini pemikiran Elyva adalah murni dari pemikiran saya pribadi jadi saya tidak terlalu sulit dalam mengerjakan naskahnya. Yang membutuhkan waktu lama itu pada bagian alur, sih.
Yang saya buat untuk menjadi daya tarik cerita saya satu ini adalah penekanan terhadap karakter utamanya. Terutama antagonisnya tidak hanya satu, membuat sang karakter harus lebih ‘memegang pedangnya’ lebih erat lagi.
Saya tidak tahu apakah anda ingin membacanya atau tidak, yang terpenting bagi saya adalah berusaha semaksimal mungkin. Jika anda berminat membacanya, silakan mampir di wattpad saya atau bisa menunggu sampai versi pdf-nya saya bagikan di blog ini.
Dengan ini ‘Periode : Awal dari Akhir’ dimulai.
