Diary 02 : Another Diary Again

Sebenarnya ini hanyalah beberapa pendapat saya saja, jadi yang merasa tersindir mohon maafkan saya pribadi.

Sebenarnya saya tidak terlalu pintar dalam hal akademik. Jika ilmu itu dapat diukur dengan cara yang lain selain ujian, mungkin peringkat saya akan stagnam menempati nomer 15 di 30 siswa.

Akan tetapi bukan berarti saya adalah orang yang membosanakan yang tidak pernah mencetak prestasi apapun. Walau sebagian dari perkataan sebelumnya sebagian besar ada benarnya, Dengan hidup saya ‘membosankan’ seperti ini sebenarnya saya mencetak beberapa prestasi di bidang akademik. Bahkan rasa-rasanya orang lain pasti akan menganggap “Ah, orang itu akan selalu mengejar akademiknya.”

Namun, bukan itulah yang terjadi. Beberapa tahun lalu saya mulai berpikir. Jika saya berusaha keras untuk menjadi pintar, akankah saya merasa bahagia?

Ah, rasa-rasanya itu tidak mungkin terjadi di kalian. Orang pintar akan selalu bahagia karena dia sering dipuji maupun dipuja. Bahkan jika orang lain sudah tidak memujinya lagi, dia akan berusaha keras untuk mendapatkan pujian itu.

Namun, apakah pujian-pujian itu akan membuat kenyang hatinya yang tamak itu?

Saya tidak iri. Jika saya terbiasa berkata dengan lantang, saya akan mengucapkan kalimat yang menyedihkan kepada seseorang yang menganggap dirinya adalah siswa teladan. Akan tetapi bersyukurlah karena saya tidak mungkin melakukan hal yang menjijikkan itu.

Kembali lagi di awal, saya tidak bermaksud menyinggung para siswa teladan yang tengah berjuang dengan pamornya diluar sana. Bekerjalah kalian seperti bagaimana semestinya kalian bekerja. Akan tetapi jika kalian tidak semestinya bekerja disana, maka berhentilah dan bekerjalah di mana kalian semestinya bekerja.

….

Mungkin perkataan saya terdengar agak rumit untuk dipahami, jadi saya jelaskan sedikit saja.

Misalnya jika ada seseorang yang berbakat dalam bidang musik, maka seharusnya orang itu bekerja di bidang musik tersebut. Bukan malah di bidang akuntan atau sejenisnya.

Tapi saya tidak berhak mengomentari hidup anda itu, jadi terserah kalian mau berbuat apapun. Saya hanya memperingatkan ketika anda mulai melakukan suatu hal yang menyimpang dengan bakat anda. Dengan kata lain saya tidak ingin anda terjerembap dengan lubang yang saya lalui dulu.

Jika boleh jujur, saya sebenarnya orang yang lebih suka membiarkan anda mencoba sendiri dengan dalih ‘berani mencoba’. Akan tetapi jika anda terjerembap di dalam lubang tersebut, jangan membawa apapun dari saya. Saya sudah mengatakan kepada anda dan anda tidak memperhatikan apa yang saya ucapkan ini.

Kedengarannya seperti seorang villain yang baru saja memulai debut pertamanya.

Yah, intinya kalian harus pertimbangkan beberapa hal sebelum memilih suatu hal. jangan menyimpang dari jalan yang telah dibuat untuk anda. Jadi saya tidak melarang anda menjadi siswa teladan, akan tetapi jika anda tidak pantas dengan peran itu saya rasa hentikanlah saja akting anda yang sia-sia itu.

Hanya Sekian, Terima Kasih.

Tinggalkan Komentar