Sebuah serigala umumnya akan bekerja secara berkelompok. Berorientasi dengan apa ang dilakukan oleh teman-temannya. Tidak usah memakai contoh, karena hal ini bisa dapat anda bayangkan sendiri.
Tapi apakah kalian pernah mengetahui seorang serigala bekerja secara sendirian? Seperti ia melakukan perburuan dan lain sebagainya secara sendirian? Saya harap anda tidak mengatakan bahwa itu hal yang mustahil. Serigala terkadang ada yang ‘terusir’ dari kawanannya. Hal ini bisa terjadi dikarenakan berbagai faktor. Tapi saya tidak membahas faktor-faktor tersebut disini. Karena jujur saja itu sangat membosankan untuk dibahas.
Serigala penyendiri adalah tipikal serigala yang sangat-sangat harus dihindari. Dikarenakan pola hidupnya telah berbeda dari serigala yang ada dalam kawanannya. Serigala penyendiri adalah makhluk yang lebih agresif dan lebih cekatan dalam mempertahankan hidupnya. Ia adalah makhluk yang lebih matang untuk berpikir apakah ia harus menyerang ataupun melarikan diri. Hidupnya adalah guru yang terbaik baginya.
Mereka akan bekerja tanpa mengandalkan serigala lain. Tidak bergantung sama sekali mengenai nasibnya kepada sesamanya. Karena ia jauh lebih mengerti mengenai seberapa bahayanya musuh dan teman. Membuatnya mampu menyelesaikan pekerjaan dengan sangat efisien.
Hal itulah yang sebenarnya ingin saya jabarkan disini mengenai sikap ‘tidak bergantung’ pada orang lain. Ketika anda tidak memihak kepada perasaan anda terhadap orang lain, anda akan lebih cepat membuat keputusan yang beersifat objektif dan matang. Terutama apabila hal tersebut berkaitan dengan apa yang telah anda alami.
Sebenarnya kepribadian ‘Lone Wolf’ seperti ini juga terjadi atas beberapa faktor. Seperti trauma pada masa lalunya, trauma terhadap orang lain, dan sebagainya. Orang-orang yang ‘dewasa’ lebih cepat seperti ini dapat memahami hidupnya lebih baik dari siapapun. Ketika mereka dihadapkan oleh masalah, mereka akan langsung menyelesaikannya dengan cara yang paling teratur dan terorganisir. Tidak membiarkan adanya celah bahwa rencananya ‘gagal’. Karena kepribadian ini sangat mengutuk sekali yang namanya kegagalan. Bagai halnya dengan anda telah gagal bertahan hidup dalam alam liar.
Opini saya adalah ‘Lone Wolf’ adalah salah kepribadian yang memfokuskan kepada pendewasaan seseorang secara objektif tanpa ada kebergantungan pada orang lain. Semisal ia telah matang secara mentalnya dan pemikirannya yang rasional. Hanya saja kekurangan mereka adalah bagian berkomunikasi dengan ‘pihaknya’. Hal ini merupakan penghalan bagi seorang ‘Lone Wolf’ dalam berorganisasi. Namun, bukan berarti kepribadian ini tidak bisa loyal terhadap organisasinya sendiri.
Seperti yang saya katakan di awal. Jika ia sadar atas apa yang ia lakukan maka seharusnya ia juga bertanggung jawab atas apa yang seharusnya ia pertanggungjawabkan. Jadi jika ada seorang ‘Lone Wolf’ bersumpah setia kepada sebuah organisasi, maka ia akan mengemban apa yang telah menjadi tugasnya dalam menjadi organisasi tersebut. Ia akan bekerja sebagaimana mestinya, dengan efisien dan teratur.
“Akankah seorang ‘Lone Wolf’ merasa kesepian ketika ia berjalan sendiri?”
