“Aku yang dibuatnya jatuh hati. Tapi mengapa mereka berdua malah terlihat serasi? Aku tak paham lagi. Mungkin memang lebih baik mati?.”
Baik. Anda sekalian apakah tidur dengan cukup? Semoga kalian tidur dengan cukup,ya. Karena mungkin untuk saat ini ada masalah daripada kalian, saya hanya bisa berharap ada solusi dibalik itu semua. Mengapa? Ya, masalah itu sebenarnya ketakutan yang harus ada di kehidupan anda. Hanya saja, bagaimana ya menjelaskannya? Mungkin aku akan membenci masalah yang datang kali ini.
Akhir-akhir ini saya merilis cerita sebanyak empat ribu kata. Sebenarnya cerita tersebut terinspirasi dari pengalaman saya bermain catur dan pengalaman saya lainnya. Tapi sungguh, itu sebenarnya saya harap menjadi cerita yang baik jika tidak saya speedrun dalam sehari. Itu berjudul, “Bunga yang indah di musim gugur”. Sebenarnya awal sekali saya mencatatkan bahwa proyek ini berjudul, “Sayonara Hatsukoi (Selamat tinggal Cinta pertama)”. Mengapa demikian? Karena pada dasarnya ada perbedaan di endingnya. Mungkin dari yang bisa anda lihat dari judulnya, judul yang dari Bahasa Jepang itu terlalu berlebihan untuk orang yang membacanya.
Tapi tidak untuk saya. Saya harus mengatakan tiada yang namanya berlebihan. Itu semua adalah fakta.
Menceritakan seorang remaja lelaki yang bernama Mirai Tadori. Lelaki ini bisa dibilang hidup hanyalah untuk hidup. Tidak perlu terlalu bersosialisasi. To the point. Pemikiran Logika. Bahkan hampir bisa dibilang memiliki Nihilism.
(Jika anda membaca tulisan ini adalah manifestasi dari masalah yang saya hadapi)
Singkat cerita dia bertemu denga seorang gadis yang mengubah hidupnya. Ia bernama Aizu Kako. Gadis ini mengajaknya untuk bermain catur pada awalnya. Setelah melihat permainan yang dibawakan, Aizu merasa bahwa Mirai adalah orang yang bisa ia ajak untuk mengikuti turnamen catur tahunan.
Dalam dua minggu, mereka menghabiskan waktu bersama-sama. Bermain catur, membicarakan hal-hal yang tidak penting, belajar catur, kembali melakukan hal lain, dan sebagainya. Tanpa Mirai sadari, ia telah berubah selama dua minggu ini. Dan tanpa ia sadari juga, dari pertama bertemu ia telah menaruh perasaan pada Aizu.
Setelah mendengar bahwa dia sedang menyukai seseorang. Perasaan yang selama ini dipendam oleh Mirai menjadi rasa sakit yang mulai menggerogoti hatinya. Cerita di akhiri ketika Mirai mengungkapkan perasaannya kepada Aizu. Apakah anda tahu bagaiaman jawaban dari Aizu?
“Terima kasih telah menyukaiku.”
Disini saya menjelaskan bahwa ini adalah ending yang menggantung. Saya akan membuat credits scene-nya yang kurang lebih merupakan judul saya yang diawal. “Selamat tinggal Cinta pertama.”
Pada akhirnya semua hanyalah tentang musim gugur yang tak perlu diingat. Hal ini adalah lumrah dalam kehidupan. Hanya saja, sakit itu masih akan selalu ada. Setelah itu, Hujan pun turun. Seperti penggalan dari novel yang saya baca, Hujan adalah cara terbaik untuk menyembunyikan air mata yang jatuh keluar.
Untuk terakhir kata ini saya ingin mengungkapkan perasaan saya.
Terima kasih, maaf, maaf, dan maaf. Saya tidak tahu apakah ini Ending atau tidak. Tapi saya tidak berpikir hal ini harus kuakhiri. Mungkin masih menyakitkan bagi saya, tapi semoga saya adalah orang yang kuat. Hal yang tidak bisa membunuhku akan membuatku jauh lebih kuat. Berulang kali saya tegaskan, ketika saya memiliki ambisi untuk sesuatu maka akan terjadilah hal itu. Orang membentuk saya sebagai senjata, maka saya akan menjadi senjata itu. Untuk saat ini saya tidak memiliki orang yang membentuk saya menjadi apapun. Oleh karena itu saya lebih bebas berekspresi. Namun, sepertinya saya harus menuju satu tujuan lagi, ya?
Maaf tidak konsisten. Saya hanya banyak pikiran.
