Aku tersenyum simpul sembari mengatakan pada buku itu. “Jika aku menemukannya. Aku mungkin akan memiliki tujuan hidup lagi. Meski apapun telah terjadi. Hari itu akan selalu kunanti.”
~Asniefta Eloise
Jam di dinding sana menunjukkan pukul empat sore. Aku segera berjalan lemas menuju gerbang sekolah. Hari ini aku ada jadwal pemeriksaan kesehatan di rumah sakit pusat distrik. Jadi aku memang sengaja untuk menunggu giliranku periksa sekalian pulang sekolah. Tidak. Untuk saat ini aku tidak sakit. Memang sudah jadwalnya saja untuk periksa kesehatan.
Tapi sebelum aku menuruni tangga lantai dua, aku sekilas melihat gadis tadi dengan beberapa temannya sedang menikmati pemandangan sore. Kubilang sore karena matahari sebenarnya masih cukup tinggi untuk dibilang senja. Rasanya dia menikmati sekali hidup seperti ini. Jika boleh kuabadikan, mungkin akan kujadikan penyemangatku dalam menjalani hidup yang abu-abu ini. Sayang sekali kehidupan kita berbeda, ya?
“Jika sudah takdir, mungkin tak lama lagi gadis itu akan hadir.” gumamku beranjak pergi. Melihat orang lain bahagia adalah luka terdalamku sebenarnya. Tapi aku merasa bahwa hal itu sudah tabu hingga tidak perlu lagi kupedulikan.
Sore itu ku akhiri dengan salam perpisahan kepada gerbang sekolah.
Wah wah wah
Saya disini akan membagikan sebuah kisah mengenai cerita singkat saya selama beberapa periode terakhir. Semoga kalian menikmatinya. Saya tidak terlalu banyak menulis disini karena saya lelah saja untuk menulis yang lainnya. Intinya ini adalah serial setelah tahun kemarin dengan tema : Avidity (Keinginan Besar)
Disini saya akan mengambil tema Tendency yang bermakna kecenderungan dimana kecenderungan yang saya maksud adalah yang berada dalam diri saya sendiri. Saya sekarang lebih cenderung seperti ini dan seperti itu. Maka dari itulah jika kalian penasaran bisa kalian baca cerita berikut ini.
