Untuk beberapa bulan atau minggu terakhir, maaf karena tidak se-aktif dulu dalam membuat postingan di blog ini. Bukan, aku tidak sesibuk itu. Malahan aku sibuk dalam hal menulis. Tentu saja itu adalah mengenai blog ini. Tidak ada niatan lain lagi.
Semua orang memiliki hak untuk hidup ‘kan? Bukan. Bukan berarti aku tidak ingin hak itu atau bagaimana. Hanya saja.
Semua orang itu berhak memiliki hidup. Tanpa terkecuali. Hanya saja apa arti kehidupan itu? Bukankah ini hanyalah loop? Apa itu kehidupan? Semua itu semakin membuatku bertanya-tanya mengenai masa depan, bagaimana aku akan melewatinya dan seterusnya. Hingga mencapai suatu pikiran bahwa sepertinya aku tidak akan sampai ke dalam masa yang kusebut masa depan itu. Aku akan mengembalikan hidupku sebelum masa depan itu terjadi.
Itu adalah apa yang kupikirkan sebelumnya. Tiada hal yang kuinginkan.
Tapi hari itu, aku menemukan sebuah bunga yang cukup membuatku suka dengannya. Entah atas apa. Padahal setiap hari aku melewati yang namanya padang bunga selama sekian tahun. Baru kali ini aku bisa menyukai sebuah bunga yang begitu indah nan sempurna di mata.
Aku tahu. Aku benar-benar tahu jika aku memetiknya, maka dia bisa saja mati di tanganku. Oleh karena itu aku memutuskan untuk melihatnya sembari menikmati keindahannya saja. Perlahan aku pun menyiapkan pot, tanah, dan berbagai peralatan lain agar bisa membawanya kemana saja.
Sungguh. Aku menyukainya. Hingga aku yakin bahwa aku tidak akan bisa ‘suka’ dengan bunga yang lain lagi.
Hari demi hari aku mengalami kemajuan dalam segalanya. Pot yang kubuat sangatlah spesial untuknya. Tanah yang kucari sungguhlah bagus baginya. Hanya menunggu soal waktu, aku akan bisa mendapatkannya. Tapi-
Aku lupa bahwa bukanlah aku satu-satunya pengembara disini.
Dengan perjuanganku selama ini dan harapanku selama ini juga, aku akan mempertaruhkan segalanya demi dirinya. Bahkan aku akan melakukan apapun demi dirinya. Karena aku tahu bahwa aku tidak aka bisa jatuh cinta lagi sedalam ini. Aku tidak akan bisa lagi berharap seperti ini lagi. Aku tidak akan bisa berubah seperti ini lagi. Aku tidak akan bisa menemukan arti hidupku jika tidak seperti ini lagi.
Pada akhirnya aku tetap berjuang sembari menulis beberapa hal. Termasuk mengenai bagaimana dirku dapat bertemu dengannya.
Sungguh terasa sakit dan manis secara bersamaan. Bahkan aku tidak bisa mencerna bagaimana rasa yang sesungguhnya. Aku akan menamai perasaan yang pertama kali kurasakan ini dengan dirimu. Sungguh aku tidak akan menyesalinya. Aku tidak akan pernah sekalipun berpaling dengannya. Meski rasa ini seperti madu dicampur dengan racun, aku tidak sekalipun akan memuntahkannya. Aku akan berjanji pada diriku sendiri untuk terus memperjuangkan hal ini. Aku tahu bahwa arti hidupku ada karena dirimu. Tolong untuk jangan menghilang. Tolong untuk jangan pergi.
Sungguh aku tidak akan pernah berpaling pada apapun lagi. Jika saja engkau pada akhirnya pergi, aku tidak akan sekalipun pernah membenci. Aku juga tidak akan mencari seorang pengganti. Meskipun kamu tidak pernah kembali, aku tidak akan pernah pergi. Tolong ingatlah hal ini. Karena aku masih percaya jika kita masih bisa berjumpa suatu saat nanti. Jika hal itu terjadi, tolong jangan benci apa yang telah kujalani. Karena diri ini tercipta untuk dirimu sang pemenang hati.
Tolong jangan benci diriku. Kumohon.
Apakah kau ingin mengetahuinya? Alasanku menangis demi cinta adalah karena dirimu masih ada disana. Alasanku terus maju demi cinta adalah karena memperjuangkanmu disampingku. Alasanku berharap pada cinta adalah agar aku bisa terus bersama denganmu.
Tiada yang lain. Hanya untuk dirimu.
[Bagian “Menyukaimu” telah berakhir]
[Bagian “Memperjuangkanmu” telah dimulai]
