???? ?? : My ‘Reason for Existence’ is ‘Waiting for Rain’

“Aku tidak membutuhkan balasanmu!” ucapku yang berbohong.

Ambigu. Itu adalah satu kata yang bisa anda jelaskan sekaligus tidak bisa anda jelaskan dalam waktu bersamaan. Ambigu adalah suatu ketidakpastian atau ketidakjelasan suatu hal. Saya lambangkan bahwa turunnya hujan adalah sebuah hal yang ambigu. Mengapa demikian? karena…

Setiap kemungkinan memiliki ketidakpastian. Hujan yang turun adalah sebuah ketidakpastian. Bisa jadi dia akan pergi dan membuat langit cerah atau bisa jadi dia akan jatuh dan membuat luka terparah. Meski saya berulang kali berdiri di bawahnya untuk sekedar merenung, tapi arti hidup saya sama seperti menunggu hujan di sela-sela pergantian musim kemarau ke musim penghujan. Begitu juga sebaliknya.

Meski saya berulang kali mengecek bahwa besok sekian persen akan terjadinya hujan, keesokannya tidak ada awan satupun. Membuatnya cerah hingga saya berpikir bahwa hari hujan telah berhenti. Kenyataannya. Beberapa jam kemudian, mendung membungkus kota. Saya hanya menikmati hal itu dari bawah sini. Mengharapkan hujan turun, tapi saya juga tidak mengharapkan hujan untuk turun.

Ambigu. Ya, itu adalah perasaan saya terhadap hujan. Tidak ada kepastian, membuat saya tidak bisa membuatnya menjadi suatu kepastian yang bisa kuharapkan.

Begitu juga dengan hidup. Tidak adanya kepastian yang pasti. Benang merah takdir juga terasa ambigu sekali jika dilihat. Maka dari itu, seperti menunggu hujan. Saya merendahkan pandangan saya sembari menikmati suasana yang ada. Entah itu pada akhirnya hari akan berubah cerah. Atau hari akan berubah menjadi hari hujan nan dingin. Semua tergantung dengan ketidakpastian itu’ kan?

Maka dari itu, ambigu adalah inti dari post ini.

Untuk seterusnya, saya akan mereveal sekilas mengenai sekuel dari ‘Project For U’ kemarin dimana itu akan mengangkat mengenai seberapa ambigunya perasaan Asniefta terhadap Eira. Tidak dipungkiri bahwa dia hingga sampai terpecah kepribadiannya menjadi sepasang. Lalu konflik terjadilah disana. Asniefta yang ingin menyerah ingin menghapuskan Eira dari hidupnya. Dan mungkin itu akan berhasil untuk melenyapkannya… selamanya.

Tapi cerita tidak berakhir disitu semoga. Selain itu adalah delusi belaka, Asniefta akan mencari cara agar Eira bisa selamat dari dirinya sendiri.

Sungguh ambigu, ‘kan? Tunggu saja beberapa minggu nanti.

Tinggalkan Komentar