Archive 05 : The Unknown Angel

Aku akan menceritakan kisah. Di mana kisah ini merupakan kisah nyata jika anda benar mempercayainya.

Alkisah, ada seorang malaikat yang tercipta untuk pertama kalinya dari cahaya kegelapan. Tidak ada yang tahu mengenai malaikat itu, tapi dia masihlah seorang malaikat. Dia masih ‘bekerja’ untuk Tuhan. Dari luar tidak ada perbedaan antara malaikat satu ini dengan yang lainnya. Biar mudahnya, malaikat yang tercipta dari cahaya kegelapan akan saya panggil sebagai The Unknown Angel, sama seperti judul ini.

The Unknown Angel tidak berbeda dengan malaikat lainnya. Di mana malaikat lainnya diciptakan terbuat dari cahaya murni, sedangkan dirinya dari cahaya kegelapan. Mereka tidak berbeda, hanya saja The Unknown Angel tahu jika dia diciptakan dari awal memiliki sebuah hati yang kosong. Tidak sekalipun dapat terisi dengan apapun. Seakan-akan, meski dia dekat dengan malaikat manapun, bertingkah apapun, mengalami kejadian sebahagia atau semenyakitkan apapun. Dirinya tidak bergeming. Hatinya seperti belum pernah dihidupkan. Sebuah perbedaan yang membedakan dirinya dengan banyaknya malaikat yang ada di sana.

Suatu ketika, Tuhan menugasinya untuk mengawasi dunia manusia. Dunia yang kotor dan kejam. Banyak malaikat yang menolak tugas ini, tapi The Unknown Angel adalah manusia tanpa hati. Dia tidak memiliki sedikitpun keinginan untuk menolak tugas itu. Dengan langkah yang sangat ringan, dia pergi ke dunia manusia dengan hanya berbekal sepasang sayapnya.

Di dunia manusia, The Unknown Angel itu selalu melakukan instruksi dari Tuhan dengan baik. Dengan kedua matanya, dia melihat seluruh perbuatan keji dari makhluk yang bernama manusia. Mereka membunuh satu sama lain. Menganiaya satu sama lain. Sungguh dunia yang amat teramat kejam dan juga kotor. Tidak ada harapan bagi mereka untuk bisa sama dengan dirinya. Apalagi jika dia bisa menyukai dunia kejam ini. Dia tidak akan bisa menyukainya demi apapun yang pernah ditemuinya.

Suatu hari, The Unknown Angel mendapat tugas untuk menjaga seorang manusia. Dia adalah seorang gadis yang memiliki tatapan teduh. Ia berpikir bahwa jika Tuhan menyuruhnya untuk melindungi manusia seperti gadis ini. Pasti dia bukanlah sembarang orang. Dibanding tugasnya yang lain, di mana lebih sering berkecimuk di dalam dunia kriminal.

Dengan rasa penasarannya, The Unknown Angel menyembunyikan sepasang sayapnya dan juga halo-nya. Berpikir bahwa dirinya bisa mendekati gadis tersebut. Setidaknya dengan niatan mencari tahu lebih lanjut bukankah itu diperbolehkan?

Semenjak hari itu, The Unknown Angel menyamar menjadi manusia. Dia mencoba bagaimanapun agar bisa dekat dengannya dengan cara manusia. Termasuk masuk di sekolah yang sama dengannya. Mereka berdua kemudian berkenalan dan menjadi teman yang sepantasnya saja. Tidak terlalu dekat juga tidak terlalu jauh.

Akan tetapi, malaikat lain mengetahui kejadian ini. Mereka semua memanggil The Unknown Angel untuk menghadapi sidang. Sidang ini ditujukan kepada kesalahan The Unknown Angel untuk terlalu mencampuri urusan manusia. Di mana itu sebenarnya tidak diperbolehkan. Ia dicemooh oleh para tetua malaikat. Melanggar salah satu aturan dasar dari malaikat itu sendiri.

Tapi Tuhan tidak memberikan tanggapan pada malaiakt-malaikat tersebut. Dia hanya tersenyum. Tentu saja Dia mengetahui apa yang mereka tidak ketahui. Sidang itu ujungnya hanyalah pada cemooh terhadap The Unknown Angel. Tapi dirinya tauh tidak akan ada siapapu yang mengerti. Karena dia diciptakan memang untuk sendiri.

The Unknown Angel kemudian kembali ‘mengawasi’ gadis tersebut. Dirinya tahu bahwa Tuhan masih belum menyuruhnya berhenti dari perintah ini. Maka dari itu dirinya mencoba menikmati kehidupan dari manusia ini sembari mengawasi gadis itu. Semakin lama menjalani kehidupan manusia, semakin dalam juga The Unknown Angel mengenal manusia. Ternyata banyak sisi baik dari manusia yang selama ini belum dia ketahui. Banyak sisi indah dari dunia manusia yang masih belum dia jelajahi.

Hingga suatu ketika, hati The Unknown Angel telah terisi. Dia sangat bersyukur telah diberikan pengalaman seperti ini. Membuatnya semakin dekat dengan manusia. Dia bahkan sudah bisa berinteraksi normal dengan manusia. Puncaknya, di lubuk hati terdalam dari The Unknown Angel. Ia ingin menjadi seorang manusia. Melakukan kenaifan tapi juga keindahan.

Sontak itu juga, para tetua malaikat turun ke bumi untuk memperingatkan The Unknown Angel.

“Ini sudah terlalu jauh!” Bentaknya kepada The Unknown Angel. “Kau adalah seorang malaikat. Sampai kapanpun kau tetap menjadi seorang malaikat!”

The Unknown Angel terdiam. Dia tahu jika dia salah. Tapi hatinya telah berada di pihak manusia. Meyakini tidak ada hal yang akan bisa mengubah keyakinannya.

Dengan suara yang bergetar, The Unknown Angel berkata.

“Sedari dulu aku selalu bertanya-tanya kepada diriku sendiri. Apakah aku suatu ketika akan merasa bahagia? Dari lubuk hatiku terdalam aku tidak benar-benar pernah merasakan. Hal itu membuatku berpikir, apakah aku selalu bersama kalian adalah hal yang salah?”

Para tetua malaikat terdiam. Masih tetap tidak bergerak dari tempatnya.

“Aku tahu ini adalah tugasku. Aku tahu ini adalah pekerjaanku. Tapi aku lebih sedikit ingin menikmati hidup ini. Mungkin terdengar salah bagi kalian, tapi tolong mengerti. Aku tidak sama dengan kalian.”

Mendengar itu, sosok paling bijak dari para tetua mengangkat suaranya.

“Aku tahu bagaimana maksudmu. Tapi kau adalah seorang malaikat. Kau tahu apa resikonya, ‘kan?”

Kalimat tersebut selesai. Seluruh tetua tidak ada yang ingin membantah ataupun menambahi. Semua mendadak bisu. Bahkan The Unknown Angel sendiri. Tapi The Unknown Angel adalah The Unknown Angel. Dia tidak terikat apapun dengan para tetua ini.

Anggukan kepala dari The Unknown Angel menjadi jawaban sekaligus ujung dari pertemuan tersebut. Seketika itu juga pandangan dari The Unknown Angel terasa kabur.

Sepersekian detik kemudian, sayap The Unknown Angel patah. Cahaya halo di kepalanya memudar. Tidak memberikan kesempatan lain untuk dirinya untuk bisa terbang kembali. Tidak. Dia masih malaikat. Hanya saja kini julukannya adalah The Fallen Angel. Dia memiliki identitas sebagai manusia dan juga malaikat. Tapi dia bukanlah manusia ataupun malaikat sepenuhnya.

Semua kejadian itu cukup menyakitkan baginya. Tapi, dia tahu bahwa dia masih seorang malaikat. Tentu saja dia akan menerima instruksi dari Tuhan. Tapi apakah dia akan diangkat lagi menjadi malaikat seperti sebelumnya? Tentu saja itu tidak mungkin bisa terjadi.

The Fallen Angel kini hanya bisa menghela nafas. Karena ini adalah pilihannya, dia tidak ingin berlarut-larut memikirkannya. Lagipula ini adalah harga yang sepantasnya dia berikan kepada sepotong kebahagiaan. Meski sayapnya sudah tidak bisa lagi terbang dan halonya tidak lagi bisa bercahaya, ia akan tetap memiliki identitas sebagai malaikat. Bukan begitu?

Dia pun kini menapaki dunia manusia yang indah dan kejam itu. Di dalam pikirannya dia berharap semoga pilihan kali ini adalah pilihan yang terbaik baginya. Bagi seseorang yang tidak pernah merasakan kebahagiaan atau kehangatan.

Tinggalkan Komentar