Di suatu tempat. Entah itu akan membuat kalian terbanyang ataupun tidak. Tersebutlah sebuah sebuah padang rumput yang tenang nan hangat. Sepanjang mata memandang, mereka akan menemukan hamparan hijau dan di beberapa sisinya akan terlihat pohon pinus yang menjulang tinggi. Selebihnya itu hanyalah awan dan langit biru yang terhampar luas.
Para pengelana yang melakukan perjalanan datang silih berganti di tempat ini. Mereka menetap sementara, bermalam, lalu pergi. Beberapa orang yang suka dengan tempat ini akan menanam sebuah tanaman ataupun bunga di hamparan rumput ini. Berharap suatu saat nanti hamparan rumput ini menjadi hamparan bunga. Atau setidaknya memperindah tempat ini.
Seiring berjalannya waktu, bunga-bunga terus-terusan bertambah. Menghiasi sebagian tempat ini. Pemandangan menjadi lebih indah di tiap waktunya.
Hanya saja, suatu keajaiban salju turun di sini. Padahal tidak pernah ada sejarah salju turun di tempat ini. Perlahan salju menumpuk di padang rumput ini. Sedikit demi sedikit bunga-bunga yang telah ditanami, tertutup oleh salju. Sebagian mati membeku. Mengubah padang rumput ini menjadi sebuah gurun salju sejauh mata memandang.
Terlihat cantik. Hanya saja-
Salju tidak pernah berhenti turun sejak itu. Membuat daerah tersebut layaknya telah berubah menjadi sebuah daerah yang berada di kutub.
Jarum jam terus berputar. Hari terus berganti. Bulan datang silih berganti. hingga beberapa tahun telah terlewati. Tiada keajaiban di tanah itu. Selain hanya salju yang terus menumpuk. Dingin. Dingin sekali.
Itu bukanlah padang rumput yang hangat dan menenangkan. itu hanyalah gurun salju yang dinginnya saja bisa mencekik seseorang dengan begitu buruknya.
Para pengelana yang mengunjungi daerah tersebut, perlahan mulai berkurang. Hingga tersisa beebrapa orang saja yang mampu melewati daerah tersebut. Tidak ada yang mengambil resiko untuk memahami mengapa padang rumput ini berubah menjadi hamparan salju. Buruk? Sangatlah buruk.
Bertahun-tahun kemudian, seorang pengelana yang telah terbiasa dengan gurun salju ini kembali mendatanginya. Dia hanyalah pengelana biasa. Sebelum pergi, dia mendengar tentang sejarah gurun salju ini. Di mana beberapa pengunjung ‘mempercantik’ kawasan ini dengan menanam bunga ataupun tanaman hias lain. Karena dulu dengan pemandangan padang rumputnya, daerah ini benar-benar indah.
Sang Pengelana tersebut mencoba mengikuti apa yang ada di pikirannya. Mencoba mengulan lagi ‘tradisi’ yang dulu pernah dilakukan di tempat ini. Dia menanamkan sebuah bunga di hamparan salju itu. Dia tidak berharap untuk tumbuh di cuaca ekstrem seperti ini. Karena mustahil juga, ‘kan. Menanam sesuatu di tumpukan salju.
Hanya saja, ketika bunga itu sudah tertanam. Cuaca lebih hangat dari biasanya. Tumpukan salju perlahan menipis. Meski tidak sepenuhnya, tapi itu sudah cukup lebih baik daripada melihat salju yang menumpuk dengan tebal. Bunga itu pun bisa hidup di tenngah gurun salju. Mereka perlahan menjadi lebih banyak setiap harinya. Selalu merambat di sekitarnya.
Beberapa pengelana yang kembali melewati daerah ini, memberi nama bunga ini adalah “Yuki no Hana” atau “Bunga Salju”. Karena dia hidup di tengah-tengah hamparan salju yang dingin. Itu adalah hal yang hampir mustahil. Langit saja tidak memberikan begitu banyak sinar matahari selain hanya mendung, mendung, dan mendung.
Menakjubkan, ya? Mungkin kalian tidak akan percaya.
Pengelana kini mulai melewati lagi daerah ini. Mereka mulai menanam kembali beberapa bunga dan tanaman hias di daerah ini. Meneruskan tradisi yang sempat terhenti beberapa saat. Hanya saja, itu tidak berhasil. Semua tanaman tersebut mati karena salju yang menumpuk. Bahkan ketika mereka menanam ‘Bunga Salju’ itu pun akan segera membeku. Selain ‘bunga salju’ yang ditanam di awal tadi, semua tanaman tidak bisa tumbuh kembali.
Hanyalah bunga salju dan runtutan pohon pinus yang tertumpuk salju yang berada di sana.
Itu adalah sebuah keajaiban. Benar-benar sebuah keajaiban yang pernah terjadi. Membuktikan manusia terkadang tidak dapat berkuasa atas apa yang terjadi. Hanya saja-
Apakah kalian mengetahuinya? Apakah kalian akan percaya tempat seperti itu ada? Tafsirkann sendiri pernyataan-pernyataan sebelumnya untuk menjawabnya.
Karena itu adalah ‘tempat’ yang mungkin tidak akan kamu temukan di peta manapun.
Surai lembut berkibar dengan takut di dalam angin
Apakah kau yang membuatku menjadi lemah?
